Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘pajak penghasilan’

“Gila.. ga punya NPWP kena fiskal 2,5 juta!” demikian reaksi seorang kenalan yang harus berangkat ke luar negeri yang NPWPnya ga keluar-keluar kendati sudah diurus berbulan-bulan.

Seperti yang kita ketahui, peraturan yang berlaku saat ini ialah bila seseorang ingin pergi ke luar negeri, bila ia tidak memiliki NPWP harus membayar 2,5 juta rupiah untuk pesawat, dan 1 juta untuk kapal laut. Yang memiliki NPWP tidak harus bayar apa-apa. Sebelum 2009, semua dipukul rata harus bayar 1 juta rupiah.

Lantas apakah “mentok” di situ? ternyata tidak. Dari sebelum 2009, fiskal yang dibayarkan setiap ke luar negeri itu erat hubungannya dengan pajak penghasilan yang dibayarkan pertahun, sebagaimana contoh berikut:

Seseorang terkena pajak penghasilan setahun 6 juta,

ga punya NPWP.

Setahun itu dia ke luar negeri 2 kali = 2X 2,5 juta = 5 juta.

Pajak yang dia bayarkan pada akhir tahun efektif hanya 1 juta saja yang merupakan hasil dari pajak yang dikenakan (6 juta) dikurangi fiskal yang sudah dibayarkan (5 juta). Sehingga sebenarnya tidak ada pengaruh dari total pajak yang dia bayarkan tahun itu. Dengan memiliki NPWP, seseorang akan bayar total pajak pada akhir tahun sedangkan yang tidak punya NPWP “mengangsur” pembayaran pajak penghasilannya setiap dia pergi ke luar negeri.

Dalam kasus di atas, gimana kalo pajak penghasilannya lebih kecil dari fiskal yang sudah dibayarkan? bisa diminta lagi selisih duitnya ke kantor pajak.

Mendengar penjelasan ini, kenalan di atas tadi agak tenang dan tersenyum kembali — karena akhirnya jumlah total yang dia bayarkan pada akhir tahun sama saja.

Keuntungan yang didapat kantor pajak adalah, bila orang tersebut tidak terdata di kantor pajak, berpenghasilan di atas nisab tapi ga bayar PPh, orang itu dipaksa bayar 2,5 juta setiap berangkat ke LN. Orang yang terdata di kantor pajak kalau memang penghasilannya ga sampai nisab sebenarnya tidak perlu takut karena uangnya dapat diminta kembali.

Iklan

Read Full Post »