Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘mal’

Fish & Co

Pada suatu ketika, di rumah tidak ada makanan, anak dan istri sedang ingin sekali keluar rumah, saya berinisiatif mengajak mereka jalan-jalan ke mal pondok indah. Kenapa mal? karena tidak ada taman terbuka yang nyaman di Jakarta. Taman monas? kurang terawat, terlalu banyak pedagang yang merusak pemandangan. Tidak ada taman-taman seperti di bawah ini, yang nyaman, rindang, enak melepas anak2 berlari-lari tanpa setiap saat perhatiannya tercuri oleh para pedagang makanan, minuman dan mainan, tanpa harus setiap 10-15 menit berusaha menolak dengan sopan tawaran tukang foto keliling:

taman

Keterangan: Gambar taman-taman ini dicomot secara acak dari internet.

Karena ternyata hari Sabtu  itu jalanan agak tersendat, akhirnya kami sampai di lokasi sedikit lewat jam makan siang. Akibatnya semua sudah lapar. Setelah istri menghubungi kakaknya yang sering jajan di daerah Jakarta Selatan melalui BlackBerry Messenger (peer pressure Indonesia membuat istri saya akhirnya mempensiunkan HTC Touch miliknya), kami memutuskan untuk mencoba salah satu restoran yang ada di Mal PI 2, restaurant row, Fish & Co (selain itu setahu saya juga ada di cilandak townsquare dan pacific place).

Setelah memilih-milih menu (yang ternyata juga memiliki pilihan steak), saya pilih fish & chips. Selain lebih sesuai dengan anjuran dokter, juga ingin membandingkan dengan fish & chips yang di jual di negara asalnya. Beberapa kali saya mencoba fish & chips di Indonesia, rasanya masih kurang pas.  Istri dan anak-anak memesan “seafood campur”… lupa apa namanya di menu, tapi kira2 penamaan saya ini sudah lumayan mendeskripsikan menu ini. Ada udang, cumi, kerang, fillet ikan, yang disajikan dengan kentang dan nasi yang sepertinya dibakar setelah ditanak. Porsi ini lumayan besar, bahwa yang mereka katakan cukup untuk 2 orang, sebenarnya bisa cukup mengisi perut 3 orang Indonesia.

Fish & Chips pesanan saya rasanya cukup mendekati yang asli. Baru sekali ini saya tidak keberatan dengan rasa dan penyajian makanan serupa di Indonesia. Ikannya empuk (jauh dari rasa ikan goreng kering yang biasa kita temui di warteg), pembumbuannya tepat, tidak terlalu asin, dan dapat kita siram sendiri dengan perasan jeruk. Demikian pula kentang chipsnya, potonganya besar-besar, bagian keringnya pas, tidak terlalu banyak, dan dalamnya empuk.  Seafood campur, juga lumayan. Bahkan nasinya yang berwarna kuning tadi, mengingatkan saya kepada suatu sore di pier di Barcelona,  di mana kami menikmat hidangan Paella. Memang rasanya tidak terlalu mirip (memang Fish & Co tidak mengatakan bahwa ini adalah Paella), namun cukup komplementer dengan seafood campurnya. Sejauh ini, ini adalah nasi yang rasanya paling mirip Paella yang pernah saya makan di negara yang bukan asalnya.

Harga, hmm.. lebih mahal dari kelas food court, dan tentunya sekelas dengan restoran-restoran di restaurant row lainnya. Ditambah minum, kami membayar sekitar Rp. 200.000,- (tidak ingat tepatnya). Namun untuk rasa yang ditawarkan, rasanya tidak terlalu berat untuk berpisah dengan Rp. 200.000 tersebut. Porsi cukup besar, sehingga ditanggung kenyanggg…yah tapi ga sering2 deh.. ntar bangkrut.. hehehe..

p.s. Kami sekeluarga pernah makan di suatu tempat dengan membayar lebih dari Rp. 200.000, tidak kenyang, rasa mengecewakan. Fish & Co bukanlah tempat semacam itu..

Iklan

Read Full Post »