Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘less cash society indonesia kartu flazz debit e-toll card jalan tol’

kejadian pertama:
di Fuji Image Plaza kelapa gading, nyetak foto Rp. 7000,-. Gak bisa lho pake Flazz kata kasirnya, hanya bisa untuk transaksi Rp. 50.000 ke atas. Aneh! oke lah .. kartu debit memang dimengerti kalau ada yang ngebatasin jumlah minimum pemakaiannya. Oleh karena itu dikeluarkan kartu Flazz dan yang semacamnya, untuk belanja receh. Kalo lantas kartu Flazz dibatasi juga, terus apa gunanya kartu ini ? ga beda dengan kartu debit toch? bayar parkir Rp. 2000 aja diterima kok ..

Ternyata setelah di”interogasi”, kata kasirnya ini adalah kebijakan kantor pusat. WTF????

Kejadian ke 2: tau E-toll card? itu lho,.. kartu untuk bayar toll hasil kerja sama jasa marga dan bank mandiri itu.. akhirnya nyoba mau pakai untuk pertama kalinya setelah beli kartu perdana Rp.250.000. Waktu kartu ditunjukkan, petugas gardu tol kasih tampang melongo untuk sekian detik, lantas bilang “wah mesinnya ga jalan pak!”… Gimana orang mau punya ni kartu kalo infrastrukturnya ga siap???

Kejadian ke 3: saat mau pulang, masih penasaran mau naik tol pake E-toll card. karena jam rush hour, gardu tol dibuka 2 lapis. Di lapis pertama, setelah melambai2kan kartu E-toll Card, disuruh ke lapis ke dua sama petugas gardunya. Sampai di lapis ke dua, si petugas bilang “wah di sini ga ada mesinnya pak.. di depan.. harusnya tadi bilang”.. tentu didahului dengan pelongo’an dulu untuk sekian detik. WTF???

Jadi ga usah ngomongin ekonomi berbasis cash pada pedagang asongan dan jajanan pinggir jalan. Yang digawangi Bank Mandiri dan pengelola toll aja masih ga beres.

Belom lagi ada merchant yang ngebatasin pemakaian minimum kartu Flazz yang sebenernya nota bene ditujukan untuk belanja receh.. what a twisted logic..

Ini semua terjadi dalam satu hari lho!

Saat bangsa lain makin maju masyarakatnya, kita masih sibuk menghindari lubang di jalan, banjir, dan tipu-tipu pemilu. Wahai bangsaku! Bangun lah dari buain mimpimu!

Iklan

Read Full Post »