Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘ikan’

Mendekati idul fitri, kami sudah tidak lagi memperhatikan persediaan bahan makanan di rumah. Sayang kalau belanja, karena beberapa hari terakhir ini, dan tentunya nanti beberapa hari setelah lebaran, kami (akan) sering nebeng makan di rumah sanak keluarga.. hehehe… Sehingga pada suatu sore, kami mulai mikir2 mau buka puasa makan apa. Hari masih menunjukkan jam 2 siang, tidak ada kerjaan, cocok sekali untuk sekalian jalan-jalan ngabuburit. Tapi karena lemas, malas rasanya jalan ke mall, karena harus jalan kaki, belum lagi mengejar2 2 anak balita.

Akhirnya teringat ada sebuah resto di komplek kampus UI Depok, yang suasananya enak untuk bersantai bersama anak2. Dari berangkat saya sudah tekadkan hanya akan beli dan bungkus makanannya untuk berbuka di rumah. Karena saya yakin (dan kemudian terbukti) bahwa Resto tersebut, “Gubuk makan Mang Engking” sudah full booked untuk buka puasa. Selain itu akan sulit bagi kami untuk menjaga para balita yang pasti akan terkesima dengan ikan2 mas yang ada di danau sekitar tempat makannya.

Mang Engking, terletak di dalam kompleks UI. Tapi aksesnya bukan dari Gerbang Utama. Kalau dari arah Jakarta, sampai di percabangan jalan Kelapa Dua-Margonda Raya-UI (+mutar balik ke Lenteng Agung), ambil lajur paling kanan, naik flyover, ambil kiri. jangan masuk ke gerbang UI (ada rambunya). 200/300 meter setelah putaran flyover, akan tampak halte bus UI. Bersiap untuk belok kiri, akan ada gerbang UI satu lagi, yang biasa digunakan kendaraan untuk keluar dari UI. Setlah masuk gerbang tersebut, langsung belok kanan, dan nanti sebelah kanan ada satpam, ambil kartu parkir, dan bayar.. Mang Engking akan terlihat di sebelah kiri jalan. Untuk jelasnya, klik di sini. Mang Engking ada di Jalan Lingkar Kampus Utara.

Pada dasarnya menu mang Engking itu adalah Udang, cumi, ikan. cara masaknya bermacam2 (asam manis, goreng, bakar kecap, bakar madu, dll) dan rata-rata enak. Namun favorit saya adalah udang goreng kering dan udang bakar madu. Udang bakar madu ini setahu saya cuma ada di mang Engking ini. Harus dicoba,.. rasanya manis-pedas, dengan rasa bakaran dan tentunya madu. Untuk 8 ekor udang besar bakar madu, dihargai Rp. 70-an ribu. Menu lainnya harganya kira2 sama dengan rumah makan seafood yang tidak mahal.

Selain menu bakar madunya, Mang Engking ini lokasinya nyaman.

Enak didatangi beramai2 untuk bersantai, karena gubuk2nya adalah gubuk panggung yang berada di atas danau yang banyak ikan masnya.. gede2 pula. Anak2 akan senang sekali, setelah makan, memberikan sisa kulit udang ke ikan2 tersebut.. Kalau mau sekalian olahraga, silakan bawa sepeda, track sepeda UI lumayan panjang.. hehehe..

Sebaiknya jika ingin makan di sini, telpon dulu, pesan menunya, baru kita datang. Dengan demikian makanan akan segera terhidang saat kita sampai.

Info lebih lanjut ada di akun facebooknya. Kampus UI, walau dikatakan di Depok, tetapi ujung utaranya berada di wilayah DKI Jakarta. Demikian pula halnya dengan Gubuk Makan Mang Engking ini.

Iklan

Read Full Post »

Fish & Co

Pada suatu ketika, di rumah tidak ada makanan, anak dan istri sedang ingin sekali keluar rumah, saya berinisiatif mengajak mereka jalan-jalan ke mal pondok indah. Kenapa mal? karena tidak ada taman terbuka yang nyaman di Jakarta. Taman monas? kurang terawat, terlalu banyak pedagang yang merusak pemandangan. Tidak ada taman-taman seperti di bawah ini, yang nyaman, rindang, enak melepas anak2 berlari-lari tanpa setiap saat perhatiannya tercuri oleh para pedagang makanan, minuman dan mainan, tanpa harus setiap 10-15 menit berusaha menolak dengan sopan tawaran tukang foto keliling:

taman

Keterangan: Gambar taman-taman ini dicomot secara acak dari internet.

Karena ternyata hari Sabtu  itu jalanan agak tersendat, akhirnya kami sampai di lokasi sedikit lewat jam makan siang. Akibatnya semua sudah lapar. Setelah istri menghubungi kakaknya yang sering jajan di daerah Jakarta Selatan melalui BlackBerry Messenger (peer pressure Indonesia membuat istri saya akhirnya mempensiunkan HTC Touch miliknya), kami memutuskan untuk mencoba salah satu restoran yang ada di Mal PI 2, restaurant row, Fish & Co (selain itu setahu saya juga ada di cilandak townsquare dan pacific place).

Setelah memilih-milih menu (yang ternyata juga memiliki pilihan steak), saya pilih fish & chips. Selain lebih sesuai dengan anjuran dokter, juga ingin membandingkan dengan fish & chips yang di jual di negara asalnya. Beberapa kali saya mencoba fish & chips di Indonesia, rasanya masih kurang pas.  Istri dan anak-anak memesan “seafood campur”… lupa apa namanya di menu, tapi kira2 penamaan saya ini sudah lumayan mendeskripsikan menu ini. Ada udang, cumi, kerang, fillet ikan, yang disajikan dengan kentang dan nasi yang sepertinya dibakar setelah ditanak. Porsi ini lumayan besar, bahwa yang mereka katakan cukup untuk 2 orang, sebenarnya bisa cukup mengisi perut 3 orang Indonesia.

Fish & Chips pesanan saya rasanya cukup mendekati yang asli. Baru sekali ini saya tidak keberatan dengan rasa dan penyajian makanan serupa di Indonesia. Ikannya empuk (jauh dari rasa ikan goreng kering yang biasa kita temui di warteg), pembumbuannya tepat, tidak terlalu asin, dan dapat kita siram sendiri dengan perasan jeruk. Demikian pula kentang chipsnya, potonganya besar-besar, bagian keringnya pas, tidak terlalu banyak, dan dalamnya empuk.  Seafood campur, juga lumayan. Bahkan nasinya yang berwarna kuning tadi, mengingatkan saya kepada suatu sore di pier di Barcelona,  di mana kami menikmat hidangan Paella. Memang rasanya tidak terlalu mirip (memang Fish & Co tidak mengatakan bahwa ini adalah Paella), namun cukup komplementer dengan seafood campurnya. Sejauh ini, ini adalah nasi yang rasanya paling mirip Paella yang pernah saya makan di negara yang bukan asalnya.

Harga, hmm.. lebih mahal dari kelas food court, dan tentunya sekelas dengan restoran-restoran di restaurant row lainnya. Ditambah minum, kami membayar sekitar Rp. 200.000,- (tidak ingat tepatnya). Namun untuk rasa yang ditawarkan, rasanya tidak terlalu berat untuk berpisah dengan Rp. 200.000 tersebut. Porsi cukup besar, sehingga ditanggung kenyanggg…yah tapi ga sering2 deh.. ntar bangkrut.. hehehe..

p.s. Kami sekeluarga pernah makan di suatu tempat dengan membayar lebih dari Rp. 200.000, tidak kenyang, rasa mengecewakan. Fish & Co bukanlah tempat semacam itu..

Read Full Post »

Semenjak disuruh diet dan makan makanan sehat oleh dokter, sekarang kalau jajan prioritas saya adalah cari ikan. Menakjubkan sekali, jarang ada restoran di Jakarta yang spesialisasinya ikan. Kalau terus-menerus ke cikini, ke Ny. Filly, rasanya kurang nyaman harus bermacet-macet ria di jalan menuju ke sana. Walhasil, dengan semangat yang agak kendor saya meluncur ke Gading Batavia, mau menyerah, mau makan iga panggang panglima yang sayangnya belum sempat saya ulas di sini. Terakhir makan di sana, hmm nikmat… hanya saja saya dapati tokonya disegel!

imag0169Dengan semangat yang makin mengendor, sudah bertambah malas mencari2, tiba-tiba mata saya tertuju pada poster yang dipajang oleh toko yang letaknya berselang 1 toko lain dari tempat iga panggang panglima yang disegel itu. Ikan!! Ikan Tim!! salah satu cara mengolah ikan yang paling sehat pula!! Dengan semangat yang mulai naik, saya datangi toko itu, dan mendapati namanya adalah “Tha San”, yang menyediakan masakan khas batam.

Setelah saya perhatikan lebih lanjut, restoran ini menyediakan masakan sayur dan ikan, pas sekali dengan gaya hidup sehat yang dianjurkan dokter. Akhirnya dengan suka cita saya segera memesan ikan tim sawi asin yang besar. Ikannya  adalah ikan kakap yang di tim. Rasanya nikmat.. susah untuk saya gambarkan, yang pasti ada rasa asinnya, namun asin yang pas, bukan asinnya ikan asin atau telur asin. tentu ada bawang putih, dan ada satu rasa lain yang tidak dapat saya identifikasi.. mirip tauco, tapi bukan..

Harganya cukup standar lah, Rp. 40.000 untuk yang porsi besar. Porsi besar ini kira2 ukuran ikannya sepanjang 20-25 cm, dan dagingnya cukup banyak.

Intinya saya puas dengan rasanya. Yang perlu dicatat dari restoran ini, mirip dengan resto ikan bakar rica ny. Filly di atas, termasuk yang menyediakan ikan dengan gaya masak yang berbeda dengan kebanyakan resto-resto lain yang meyediakan menu ikan. Resto ikan lainnya biasanya menyediakan masakan ikan goreng, dibakar dan dimakan dengan bumbu kecap/sambal, di cah. Jarang resto ikan yang menyediakan bakar rica, sop, tim, steam, pedas manis, asam manis, dll.

Pantas lah dicoba, apalagi bagi yang mencari variasi masakan ikan..

Bentuknya jadi amburadul karena di rumah tidak ada piring panjang

Bentuknya jadi amburadul karena di rumah tidak ada piring panjang

* ada lagi ikan gurame steam yang cukup nikmat, di bakmi kebayoran, dekat Radio Dalam arah Velbak, namun belum sempat saya ulas. Foto pun tak ada karena dapat ditraktir tiba-tiba.. hehehe…

Read Full Post »

Nama restorannya sepertinya adalah “Kelapa Gading”, lokasinya di Taman Ismail Marzuki, Cikini, bukan di Kelapa Gading Jakarta Utara.Ikan Bakar Kelapa Gading TIM Restoran ini khusus menyajikan menu ikan:

– Ikan mas bakar rica

– Ikan gurame bakar rica

– Sop ikan

– Kepala ikan bakar

– dll

Sudah sejak tahun 90-an saya berkali-kali datang ke restoran ini karena ikan mas bakar ricanya. Mantabhh!! bakarannya, sambalnya, dabu-dabu, wah.. nikmaaaat… tahun 90-an dulu waktu masih agak muda dulu saya bisa makan 2 ikan bakar rica sekaligus dan nasi sebakul (nasi di restoran ini disajikan dalam bakul). Sekarang walau nafsu masih mau seperti itu, tapi perut dan berat badan saya sudah tidak mengizinkan… Ikan sih katanya gak terlalu nambah berat badan, dan cenderung menyehatkan, tapi makan ikan mas bakar rica serasa kurang afdol kalo ga pake nasi yang lumayan banyak..

Bagi yang tidak suka mengeliminasi tulang-tulang ikan mas selagi makan, dapat mencoba gurame bakar rica.. sama nikmatnya, hanya yang dibakar adalah gurame. Tergantung serlera lah..

Tempat makannya interior restoran ikan bakar ricabisa dipilih, di dalam yang ber AC dengan interior mirip rumah bambu, di luar, atau tentunya dibawa pulang. Saya biasanya mendapati tempat ini penuh saat2 makan siang. Apalagi saat buka puasa.

Harga,.. duh.. memang saya harus lebih detail lagi dalam mengamati harga. Terakhir minggu lalu saya ke sana, beli 1 gurame bakar rica dan 1 ikan mas bakar rica kena sekitar Rp. 110 ribu-120 ribu.

Bila mencari makanan ikan, tempat ini amat saya sarankan! Mantabh… sekali lagi.. mantabh… sekarang aja lagi ngebayangin jadi ngiler nih… ikan bakar rica

Read Full Post »