Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘gading’

Semenjak disuruh diet dan makan makanan sehat oleh dokter, sekarang kalau jajan prioritas saya adalah cari ikan. Menakjubkan sekali, jarang ada restoran di Jakarta yang spesialisasinya ikan. Kalau terus-menerus ke cikini, ke Ny. Filly, rasanya kurang nyaman harus bermacet-macet ria di jalan menuju ke sana. Walhasil, dengan semangat yang agak kendor saya meluncur ke Gading Batavia, mau menyerah, mau makan iga panggang panglima yang sayangnya belum sempat saya ulas di sini. Terakhir makan di sana, hmm nikmat… hanya saja saya dapati tokonya disegel!

imag0169Dengan semangat yang makin mengendor, sudah bertambah malas mencari2, tiba-tiba mata saya tertuju pada poster yang dipajang oleh toko yang letaknya berselang 1 toko lain dari tempat iga panggang panglima yang disegel itu. Ikan!! Ikan Tim!! salah satu cara mengolah ikan yang paling sehat pula!! Dengan semangat yang mulai naik, saya datangi toko itu, dan mendapati namanya adalah “Tha San”, yang menyediakan masakan khas batam.

Setelah saya perhatikan lebih lanjut, restoran ini menyediakan masakan sayur dan ikan, pas sekali dengan gaya hidup sehat yang dianjurkan dokter. Akhirnya dengan suka cita saya segera memesan ikan tim sawi asin yang besar. Ikannya  adalah ikan kakap yang di tim. Rasanya nikmat.. susah untuk saya gambarkan, yang pasti ada rasa asinnya, namun asin yang pas, bukan asinnya ikan asin atau telur asin. tentu ada bawang putih, dan ada satu rasa lain yang tidak dapat saya identifikasi.. mirip tauco, tapi bukan..

Harganya cukup standar lah, Rp. 40.000 untuk yang porsi besar. Porsi besar ini kira2 ukuran ikannya sepanjang 20-25 cm, dan dagingnya cukup banyak.

Intinya saya puas dengan rasanya. Yang perlu dicatat dari restoran ini, mirip dengan resto ikan bakar rica ny. Filly di atas, termasuk yang menyediakan ikan dengan gaya masak yang berbeda dengan kebanyakan resto-resto lain yang meyediakan menu ikan. Resto ikan lainnya biasanya menyediakan masakan ikan goreng, dibakar dan dimakan dengan bumbu kecap/sambal, di cah. Jarang resto ikan yang menyediakan bakar rica, sop, tim, steam, pedas manis, asam manis, dll.

Pantas lah dicoba, apalagi bagi yang mencari variasi masakan ikan..

Bentuknya jadi amburadul karena di rumah tidak ada piring panjang

Bentuknya jadi amburadul karena di rumah tidak ada piring panjang

* ada lagi ikan gurame steam yang cukup nikmat, di bakmi kebayoran, dekat Radio Dalam arah Velbak, namun belum sempat saya ulas. Foto pun tak ada karena dapat ditraktir tiba-tiba.. hehehe…

Iklan

Read Full Post »

Mengejutkan!! susah deh sekarang cari iga panggang gaya tony roma’s dengan harga kaki lima..

Read Full Post »

Baghdad. Ibu kota Irak yang sedang rusuh. Tapi Little Baghdad bisa ditemukan di Jakarta, paling tidak di dua tempat. Dekat Jalan Kemang Raya, dan Kelapa Gading (!), di Gading Batavia. Kalau dari arah Mall of Indonesia (halah.. saingan Mall of America) ke Mall Kelapa Gading, belok kiri sebelum Makro.

Sebenarnya niat masuk ke Little Baghdad ini nyari makanan untuk ibu hamil ngidam, Baclava. Suatu makanan selingan/kue yang dikenal di daerah timur tengah sana, dari Maroko sampai Irak. Tapi saya jarang lihat di Saudi, kalo ada yang jual ya kalo ga orang Turki, orang Irak atau Maroko.

Dari luar terlihat timur tengah sekali. Masuk ke dalam disambut dengan ramah oleh para pelayannya, dan dipersilakan duduk. Mulai terlihat bahwa tempat ini adalah tempat nongkrong dan kongkow yang kebetulan menyediakan makanan. Tempat duduk berbentuk sofa, mirip di warung kopi (starbucks). Juga sesekali asap dari shisa, tembakau bakar-hisap a la timur tengah yang harum namun tetap berhawa tembakau melintas di depan hidung.

Memang shisa ini adalah “hidangan” lain dari little baghdad. Konsepnya mirip ngerokok pake cangklong, tapi tembakaunya lebih banyak, asap dilewati dulu dari alat mirip botol besar (botol yang panjang tapi kurus) yang di dalamnya ada airnya. kita menghisap tembakau dari pipa panjang yang tersambung ke botol  tadi. Sedikit cerita, pertama kali saya mencoba shisha ini adalah dengan seorang rekan asal libanon di apartemennya, sekalian dicurhatin sama dia.. hahaha.. dan dari situ saya yang saat itu sudah mantan perokok 234 pun merasa bahwa shisha ini lebih keras di tenggorokan daripada yang dulunya biasa saya hisap. Dan ternyata benar adanya, bahwa shisha ini lebih beresiko daripada rokok biasa.

Sesaat stelah melihat menu2 yang disediakan di little Baghdad, saya melihat bahwa menu yang disediakan adalah mungkin “modernisasi” makanan timur tengah. Hal ini terlihat dari foto-fotonya, berbeda dengan yang disajikan teman-teman saya yang asli orang-orang timur tengah. Akhirnya saya memutuskan untuk memesan Baclava saja, karena sudah ditunggu oleh yang ngidam..

Baclava, seingatan saya, apalagi yang dulu biasa saya beli dari orang Irak di tokonya amatlah nikmat. Ada kriuk2nya, kriuk yang berbeda dari kriuk martabak telor, lebih mirip kriuk croissant. Pakai madu khusus, dan berbagai macam kacang2an yang digerus, salah satunya kacang mede. Nikmat untuk pencuci mulut. Bila mendapati Baclava yang terlalu manis, itu masalah selera yang buat. Kebetulan Baclava di toko orang Irak ini pas rasanya. Nah, yang dijual di Little Baghdad adalah versi modern-nya, baik dari bentuk (ga mirip lagi) dan rasa (masih ada miripnya). Kalau tidak salah harganya Rp. 35.000 untuk 5 potong kira2 sebesar pisang molen di pinggir jalan.

Memang pada akhirnya saya tidak mencicipi hidangan lain di Little Baghdad ini. Tempatnya memang enak untuk kongkow, namun bila yang dicari adalah makanan tradisional asli Irak, saya rasa bukan di sini tempatnya. Namun demikian, kalau ingin mendapat cita rasa makanan alternatif,.. ya mungkin boleh lah dicoba. Tapi mohon diingat, sampai saat ini saya hanya mencoba Baclavanya saja ya.. hehehe…

Read Full Post »

bunga mas Saat lapar mendera, saya iseng ke foodcourt Kelapa Gading Mall 3. Setelah melihat-lihat ke sana kemari, saya makin bingung karena banyak sekali jenis makanannya.. serba salah,..

Tiba-tiba saat sedang dalam posisi bengong kebingungan, ada seseorang yang membawa nampan berisi pempek Palembang yang harum sekali baunya..segera saya mencari darimana nampan itu berasal, dan akhirnya saya temui di deretan makanan-makanan Indonesia.

Rasa Pempeknya sedikit kurang gurih menurut selera saya yang memang sering kali makan bermacam2 pempek di Palembang sana.. namun kuahnya (kalo kata orang Palembang: cuko/cuka)..hmmm… nikmat sekali…  harganya saya tidak mencatat dengan detail, namun dua buah pempek telor, 1 lenjer, 2 adaán dan 2 pempek kulit adalah sekitar Rp.80.000,- atau sekitar itu kalau tidak salah. Mohon maaf karena posting ini saya buat lebih dari seminggu setelah jajan di sana…  Itu sudah termasuk mi, irisan ketimun dan gerusan udang untuk dicampurkan ke cukonya tadi.. mmm…

Selain Pempek, di sini juga disediakan berbagai macam kerupuk Palembang, mi celor, dan beberapa hidangan asal Palembang lainnya.

Ternyata Pempek Bunga Mas ini juga buka stall di Mall Kelapa Gading 1 lantai dasar lho..dekat Pizza Hut dan Farmer’s market.. sedikit tips, untuk mendapatkan Pempek Bunga Mas dengan harga yang lebih murah, kita dapat ke tokonya langsung, tidak jauh dari Mall Kelapa Gading, yaitu di Kelapa Gading Boulevard. Mungkin harga sewa food stall di Mall yang nambah ke overhead cost sehingga harganya lebih mahal…

Boleh deh dicoba..

— Update —

Foto Pempek Bunga Mas di Kelapa Gading Boulevard

Pempek bunga mas

Read Full Post »

Nama restorannya sepertinya adalah “Kelapa Gading”, lokasinya di Taman Ismail Marzuki, Cikini, bukan di Kelapa Gading Jakarta Utara.Ikan Bakar Kelapa Gading TIM Restoran ini khusus menyajikan menu ikan:

– Ikan mas bakar rica

– Ikan gurame bakar rica

– Sop ikan

– Kepala ikan bakar

– dll

Sudah sejak tahun 90-an saya berkali-kali datang ke restoran ini karena ikan mas bakar ricanya. Mantabhh!! bakarannya, sambalnya, dabu-dabu, wah.. nikmaaaat… tahun 90-an dulu waktu masih agak muda dulu saya bisa makan 2 ikan bakar rica sekaligus dan nasi sebakul (nasi di restoran ini disajikan dalam bakul). Sekarang walau nafsu masih mau seperti itu, tapi perut dan berat badan saya sudah tidak mengizinkan… Ikan sih katanya gak terlalu nambah berat badan, dan cenderung menyehatkan, tapi makan ikan mas bakar rica serasa kurang afdol kalo ga pake nasi yang lumayan banyak..

Bagi yang tidak suka mengeliminasi tulang-tulang ikan mas selagi makan, dapat mencoba gurame bakar rica.. sama nikmatnya, hanya yang dibakar adalah gurame. Tergantung serlera lah..

Tempat makannya interior restoran ikan bakar ricabisa dipilih, di dalam yang ber AC dengan interior mirip rumah bambu, di luar, atau tentunya dibawa pulang. Saya biasanya mendapati tempat ini penuh saat2 makan siang. Apalagi saat buka puasa.

Harga,.. duh.. memang saya harus lebih detail lagi dalam mengamati harga. Terakhir minggu lalu saya ke sana, beli 1 gurame bakar rica dan 1 ikan mas bakar rica kena sekitar Rp. 110 ribu-120 ribu.

Bila mencari makanan ikan, tempat ini amat saya sarankan! Mantabh… sekali lagi.. mantabh… sekarang aja lagi ngebayangin jadi ngiler nih… ikan bakar rica

Read Full Post »

NY Ribs Soal Makanan, Kelapa Gading memang ga ada matinya! di Mall aja udah banyak.. belum lagi yang di luar mallnya..

Kali ini saya sempatkan mencoba new Ribs saat makan siang. Sebenarnya waktu itu tidak ada niat makan siang di Kelapa Gading, namun ada ajakan untuk ditraktir yang amat sulit ditolak, meluncurlah siang itu ke Kelapa Gading Mall. Letaknya di foodcourt Kelapa Gading Mall 3, tempat yang sama dengan ulasan sebelumnya, Pempek Bunga Mas. Namun sederetan new Ribs ini, makanannya lebih kebarat-baratan atau modifikasi makanan lokal. Sebenarnya ingin juga kembali makan di Tamani Cafe, sebelah kiri dari new Ribs ini setelah terakhir makan di Tamani bertahun-tahun yang lalu. Juga sebelah kananannya yang menyajikan masakan Manado. Namun yang menarik saya untuk makan Ribs adalah, karena saya belum menemukan Ribs di Jakarta yang dagingnya banyak dan empuk, dan ingin mencoba sendiri apakah itu dapat saya dapatkan di New Ribs. Sang pentraktir juga menyarankan New Ribs karena sedang ada promosi makan siang Rp. 66.000,- lengkap dengan minuman dan coleslaw… hehehe..

Menu utama yang didapat adalah 3 ribs, 2 roti panggang (toast) bermentega, sayur timun dan wortel, serta mashed potato dengan saus gravy (kalau tidak salah, namun saus ini menambah nikmat itu mashed potatonya…. hmmmm…. Juga dapat Saos tomat dan Sambal! (ini indonesia Bung! ga ada sambal, ga nikmat.. hhehehehe )…

Menu Makan SiangSaya cukup terkejut karena ternyata dagingnya lembut! rasa panggangannya juga terasa sekali. Bumbunya, ya .. standar manis asam bumbu Ribs, tapi racikannya pas sehingga walau bumbunya sering kita temui, namun di sini pas nikmatnya.  mungkin ada menu lain yang belum saya coba, sehingga mungkin saja ada lagi bumbu-bumbu lainnya. Sungguh tidak saya duga dari sebuah food stall di sebuah food court Mall.

Boleh lah dicoba, terutama bila sedang berkantong relatif tipis namun ingin makan Ribs ala New York.

Oh ya… di belakang kasirnya ada tulisan, bahwa mereka belum buka cabang di tempat lain. Bila di tempat lain ada nama yang mirip, itu bukan cabang mereka….

Read Full Post »