Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Agustus, 2010

Hidup di Jakarta pasti mau tidak mau akan menghadapi kemacetan. Macet di Jakarta dapat digolongkan menjadi minimum 2 macam: macet yang rutin terjadi setiap hari, dan macet yang tidak rutin, sehingga cenderung menjebak pengguna jalan. Untuk macet rutin (contoh: Jalan Fatmawati arah ke Jalan T.B. Simatupang pada sekitar jam 16.00-20.00), dapat dihindari dengan mencari jalan alternatif atau menunggu macet reda. Untuk macet yang tidak rutin, biasanya ditimbulkan banyak hal, misalnya, kecelakaan, hajatan yang menutup jalan, genangan air, dan lain-lain. Daerah yang macet rutin pun bisa berubah menjadi macet tidak rutin. Misalnya bila ada kerusuhan pertandingan bola di stadion lebak bulus, maka Jalan Fatmawati menuju T.B. Simatupang bisa jadi tetap macet sampai pukul 23.00.

Bagaimana caranya supaya tidak terjebak kemacetan ini, sehingga bisa melancarkan rencana alternatif? Para pengguna jalan harus mengetahui kondisi jalan saat itu, dan hal-hal yang berpotensi membuat kemacetan. Mungkin 5 tahun yang lalu, hal ini sulit dilakukan. Namun sekarang tidak lagi. Berikut adalah beberapa “tools” untuk bersiap menghadapi kemacetan dengan teknologi:

1. Untuk orang yang paling Gaptek, bisa mendengarkan berbagai macam stasiun radio di kendaraannya. Biasanya pada jam macet, beberapa radio menyampaikan ulasan kemacetan yang didapat dari kru-nya yang sengaja memantau, ada pendengar-pendengarnya.  Salah satu radio yang paling konsisten adalah radio Elshinta di 90.0 FM.

2. Beberapa website memang dirancang untuk memberikan info-info serupa. Contohnya, lewatmana.com. Selain dapat membaca laporan keadaan jalan dari pengunjung website (siapapun dapat menjadi anggota komunitasnya), website ini juga menyediakan foto yang diambil berkala dari webcam-webcam yang tersebar di Jakarta. Kenapa foto? karena internet di Indonesia masih lelet untuk live video. Solusinya, yang menggunakan telkomsel dan ponsel 3G dapat menelpon video call ke 9119, dan melihat live video feed dari webcam-webcam tersebut. Biayanya Rp. 1000 per menit. Website lainnya adalah TMC Polda Metro Jaya dan macetlagi.com.

3. Bagi yang lebih melek internet, dapat menggunakan fasilitas Twitter. Beberapa website, seperti website Elshinta, TMC Polda Metro, dan Lewatmana.com saat ini men-tweet informasi yang mereka terima dari kru-nya atau pendengar/follower mereka yang berada di jalan. Nah, apabila kita mem-follow para penyedia berita lalulintas ini, maka kita akan mendapatkan informasi yang mereka berikan. Hanya saja, akan sedikit repot apabila setiap kita ingin melihat informasi lalulintas, kita harus login ke twitter.com. Bagi yang lebih techno savvy, dapat menggunakan alat bantu, seperti tweetdeck. Software ini dapat diinstall dikomputer kita, lalu kita login dengan username twitter kita melalui software tersebut. Tweetdeck akan memperbarui secara otomatis secara berkala, tweet-tweet baru yang muncul dari penyedia berita lalu lintas di atas. Hal ini lebih praktis dibandingkan dengan membuka website twitter.com karena refresh dilakukan otomatis oleh software tweetdeck.

4. Bagaimana bila sedang atau jarang berada di depan komputer? teknologi masa kini sudah sedemikian maju, sehingga internet dapat selalu diakses dari smartphone kita. Internet di HP? harus pake Blackberry dong??? tidak tuh.. FYI, semua smartphone yang ada di pasaran saat ini dapat terhubung dengan internet terus menerus, termasuk Blackberry. Contoh, saya menggunakan Nokia E72, dengan langganan internet unlimited dari telkomsel Flash (saya juga gunakan HP saya sebagai modem wireless). Untuk urusan twitter, saya pilih software Nimbuzz, karena software ini juga dapat menangani urusan chat saya melalui akun Yahoo Messenger, Gtalk,  Facebook, dan lain-lain. Sehingga saya tidak perlu menjalankan software chat dan twitter yang terpisah, cukup satu saja dengan Nimbuzz. Dengan login ke akun twitter saya melalui nimbuzz, saya dapat memantau informasi lalulintas melalui twitter mirip dengan yang dilakukan tweetdeck pada no.3 di atas. Beberapa tweet juga terkadang menyertakan foto yang diambil dari tengah kemacetan. Bila ingin melihat kamera, tinggal ke m.lewatmana.com, atau telpon 9119.

Dengan ke 4 kiat di atas, saat ini jarang sekali saya terjebak macet. Bilapun saya berada di kemacetan, biasanya hal itu memang sudah diketahui sebelumnya, karena tidak ada alternatif lain, jadi bukan terjebak.

Para penyedia informasi di atas, patut diacungi jempol, dan diakui keberadaannya, bahkan kalau perlu disubsidi oleh Pemerintah Jakarta. Karena mereka sudah sedikit banyak membantu tugas yang seharusnya dijalankan pemerintah DKI Jakarta, yaitu memberikan kenyamanan bagi warganya. Pengadaan webcam dan/atau koneksi internetnya sudah sepatutnya dibantu Pemda DKI. Namun demikian, tentu warga Jakarta mengharapkan tindakan yang lebih dari ini untuk meredakan kemacetan di Jakarta. Namun paling tidak ini adalah salah satu langkah konkret yang dapat diambil Pemda DKI.

keterangan: foto2 diambil dari search dengan google.

Iklan

Read Full Post »

Pasar kue Blok M Square

Sekadar Info, di Blok M Square, pagi-pagi waktu Shubuh (sekitar pukul 5) ada pasar kue. Macam-macam kue dijual di sini, seperti: pastel, onde-onde, risoles, sampai kue blackforest. Walau demikian, jumlah pedagangnya tidak sebanyak yang di pasar Senen.

Read Full Post »

Martabak Kubang menurut saya adalah Martabak Telor yang bercitarasa khas, lain dari martabak telor pada umumnya. Ada citarasa khas padang yang sulit saya deskripsikan lewat tulisan. Namun yang jelas, citarasa lain ini berasal dari rempah-rempah. Konon katanya, martabak kubang ini awalnya kreasi pedagang Martabak di Kubang, Sumatera Barat.

Yang ingin saya ulas di sini adalah Rumah Makan Martabak Kubang, yang di Jakarta, setahu saya paling tidak cabangnya ada di Jalan Saharjo (ke arah pasar rumput, sebelah kiri) dan Jalan Margonda Raya (ke arah Depok, sebelah kiri, kalau sudah sampai Margocity berarti sudah terlewat lumayan jauh). Selain Martabak telor, Rumah makan ini juga menyediakan martabak manis dengan segala variasinya (rasanya juga lumayan lho), soto padang, roti cane dengan segala teman-temannya (kari, dst), nasi goreng kubang, mi goreng kubang, dan lain sebagainya.

Menu favorit saya di rumah makan ini adalah martabak kubang, martabak keju Wysman, dan Nasi goreng kubang spesial. Khusus nasi gorengnya, rasanya berbeda dari nasi goreng yang pada umumnya di Jakarta. Cita rasa khas rempah martabak kubang tadi, juga dapat dirasakan pada nasi goreng ini. Dengan potongan daging kecil-kecil serta telur mata sapi, rasanya nikmat sekali. Sekali lagi, karena sulit dideskripsikan dengan tulisan, saya sarankan untuk mencoba sendiri di Martabak Kubang.

Harga cukup bersahabat, tidak berbeda jauh dengan menu yang dijual di gerobak  pinggir jalan. Sebagai gambaran, martabak keju wysman dihargai Rp. 35.000.

Read Full Post »

Pada suatu hari di bulan Ramadhan, saya sekeluarga “terperangkap” di Pondok Indah Mall menjelang waktu berbuka. Semua warga Jakarta sudah mengetahui, bahwa jam-jam mendekat buka puasa adalah

jam macet, sehingga kami berusaha mencari tempat untuk berbuka di dalam Mall. Kami tidak punya kriteria mau makan apa, sehingga yang kami utamakan adalah tempat yang bisa direserve, kemudian yang cukup nyaman untuk anak-anak, serta yang paling penting adalah, menyediakan potongan harga.

Salah satu yang menyediakan potongan harga tersebut adalah Pho, vietnamese restaurant di restaurant row PIM 2. Kebetulan saya sudah lama tidak makan masakan Vietnam yang segar2 itu. Ketika tiba saatnya berbuka, kami disuguhi kolak dan teh manis, complimentary gratis dari restaurant. Setelah itu langsung kami menyantap makanan yang dipesan. Saya tidak ingat judul menu yang saya pesan, tetapi menunya adalah mi dengan irisan daging tipis2, ukuran regular (ada yang jumbo, mangkuknya besar sekali). Seperti yang saya sudah perkirakan, rasanya segar dan unik. Karena memang rasanya tidak sama dengan masakan Indonesia atau Cina. Benar-benar cita rasa Vietnam. Jusnya pun cukup unik, jus sawo,.. manis nikmat sebagai teman berbuka. Ada beberapa bumbu yang berbeda, namun karena pengetahuan memasak saya minim, saya tidak bisa memperkirakan apa bumbu tersebut.

Kami memesan 2 mangkuk mi, dan 1 porsi anak2, beserta 2 minuman, kami membayar sekitar Rp. 150.000 setelah potongan 25%.

Read Full Post »

Martabak Manis Rudy

Beberapa tahun belakangan ini, jalan pulomas raya, terutama ujung yang dekat jalan Bypass banyak berjejer penjaja makanan di malam hari. Untuk kenyamanan pengguna jalan, sebaiknya dibatasi saja jumlahnya yang sekarang, jangan nambah lagi. Sumpek Sesak kalau penjajanya bertambah. Atau mungkin pemerintah setempat melihatnya sebagai ajang pemasukan keuangan? karena saya lihat tukang parkirnya berbaju seragam.

Terlepas dari hal di atas, saya sendiri cukup menikmati keberadaan para penjaja makanan malam ini, dengan catatan, jumlah tidak lagi bertambah banyak. Salah satu gerobak yang berulang kali saya hampiri adalah martabak rudy. Setelah penjual martabak langganan saya pindah entah kemana, mulai lah saya mencari-cari penjual martabak yang rasanya enak, dengan harga yang bersahabat. Karena sering lewat jalan Pulomas raya, maka ditemukanlah martabak Rudy ini. Untuk rasanya, sepertinya tidak kalah dengan martabak langganan saya yang dulu tadi. Silakan lihat ulasannya di sini.

Untuk kisaran harga, 1 martabak keju dihargain Rp. 37.000.

Read Full Post »