Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Februari 19th, 2009

Ke tempat penjual nasi uduk di Jakarta ada beberapa macam. Ada yang dengan kuah kacang, kerupuk merah dan sedikit mihun. Ini biasanya di jual pagi-pagi untuk sarapan. Sedangkan yang dijual malam-malam sedikit lebih unik.

Saat kita masuk ke tempat nasi uduk ini, yang pertama kali ditemui adalah semacam etalase yang berisi makanan-makanan yang sudah dibumbui, siap di goreng. Kita akan diberi sebuah piring yang agak besar, sebagai tempat untuk meletakkan makanan-makanan tadi yang kita pilih sendiri untuk digorengkan. Lalu kita menunggu di meja. Makanan yang yang tadi digorengkan akan diantarkan ke meja kita dengan sejumlah nasi uduk yang terbungkus daun pisang. Di meja juga biasanya sudah tersedia kerupuk2 yang sudah dimasukkan ke dalam plastik.

Nasi uduk Gondangdia adalah salah satunya. Beberapa waktu yang lalu, lokasinya pindah kira2 100 meter dari tempatnya yang dahulu. Bila anda sedang berada di daerah Cikini, pada jalan yang Paralel dengan jalan tempat Taman Ismail Marzuki berada, setelah melewati kolong jembatan rel kereta jabotabek, langsung lihat ke kanan. Dahulu lokasinya  terlihat langsung setelah berada di kolong jembatan tersebut. Sekarang setelah di bawah kolong jembatan, belok tajam ke kanan, masuk ke jalan yang searah dengan rel layang kereta, dan nasi uduk Gondangdia berada di sebelah kiri jalan.

nasi uduk gondangdia

nasi uduk gondangdia

Soal rasa, cukuplah. Ga ada yang bisa dikomplain. Saat ini soal nasi uduk saya sudah menemukan 2 macam, yang enak, dan yang biasa aja. belum pernah ketemu yang enak banget atau ga enak.. hehehe.. Nasi uduk gondangdia adalah termasuk yang enak. Nasi uduk disajikan dengan sambal kacang dan sambal cabai. Tapi ada satu yang membuat kami sering kembali ke sini walau ada warung nasi uduk lain yang relatif lebih dekat dari tempat tinggal kami. Petenya… rasanya itu.. kami sudah coba bermacam-macam tempat, bahkan bermacam2 cara masak… tapi belum pernah bisa mendapatkan rasa pete yang sama dengan di sini. rasanya agak lebih “dalam”, tapi bukan sensasi bau.. mantap deh pokoknya… mmmhh….dan suka habis pula..

Harga mungkin dapat dibilang menengah lah… satu potong ayam dikenakan Rp. 9000. Kami makan nasi uduk 2, 2 potong ayam, usus sapi, 2 paru, 1 cumi dan 4 papan pete (hehehehe) kena Rp. 76.000. Menengah. Andai ga nahan nafsu karena berat badan sudah melewati batas normal, pasti lebih dari itu makannya… petenya udah 4 papan tuh.. hehehehe…

Iklan

Read Full Post »

ternyata sejak tulisan sebelumnya dipublish, transaksi dengan e-toll card semuanya berhasil…

ga tau yang di Fuji Image Plaza

Read Full Post »