<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jurnal Jakarta</title>
	<atom:link href="http://jurnaljakarta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jurnaljakarta.wordpress.com</link>
	<description>Ulasan subyektif tentang (jajan di) Jakarta</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 May 2011 10:47:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jurnaljakarta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jurnal Jakarta</title>
		<link>http://jurnaljakarta.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jurnaljakarta.wordpress.com/osd.xml" title="Jurnal Jakarta" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jurnaljakarta.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kinara, masakan India</title>
		<link>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/11/18/kinara-masakan-india/</link>
		<comments>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/11/18/kinara-masakan-india/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Nov 2010 13:18:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Waway</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajan]]></category>
		<category><![CDATA[Biryani]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[hangat]]></category>
		<category><![CDATA[India]]></category>
		<category><![CDATA[kashmiri]]></category>
		<category><![CDATA[Kemang]]></category>
		<category><![CDATA[Kinara]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[merica]]></category>
		<category><![CDATA[Murg]]></category>
		<category><![CDATA[pedas]]></category>
		<category><![CDATA[potongan]]></category>
		<category><![CDATA[restaurant]]></category>
		<category><![CDATA[restoran]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnaljakarta.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu minggu siang, saat di rumah tidak ada makanan karena memang tidak ada yang dapat dimasak (belum belanja), kami putuskan untuk mencoba salah satu rumah makan masakan India yang memang sudah lama kami incar. Untuk diketahui, waktu dulu tinggal di salah satu negara Eropa, kami adalah langganan dari suatu restoran masakan India yang dimiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=245&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu minggu siang, saat di rumah tidak ada makanan karena memang tidak ada yang dapat dimasak (belum belanja), kami putuskan untuk mencoba salah satu rumah makan masakan India yang memang sudah lama kami incar. Untuk diketahui, waktu dulu tinggal di salah satu negara Eropa, kami adalah langganan dari suatu restoran masakan India yang dimiliki oleh orang Bangladesh. Sehingga sekali waktu ingin rasanya mencicipi kembali cita rasa asia selatan tersebut.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-246" title="Kinara tampak depan" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/11/06112010349.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Berbekal ingatan, kami langsung meluncur ke arah Kemang. Lokasi restoran ini, bila dari arah KKO Cilandak, masuk ke jalan Ampera, terus ke arah McDonald&#8217;s Kemang, adalah di sebelah kanan. Tidak sulit untuk menemukannya, karena gaya bangunannya mengadopsi gaya India. Masuk melalui pintu utama, kita akan menemui tangga di sebelah kanan. Ikuti tangga tersebut, sampailah kita di Kinara. Sama halnya dengan bagian luarnya, bagian dalam dari restoran ini juga terlihat amat &#8220;india&#8221;. Bahkan menurut pelayannya, kayu kayu ukiran, sebagian meja dan perabot yang ada di sana memang di impor dari India.</p>
<p>f<a href="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/11/06112010341.jpg"><img class="size-medium wp-image-247" title="06112010341" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/11/06112010341.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a> Menu diberikan dengan nama India aslinya. Namun jangan kuatir, bila cukup mahir berbahasa Inggris, kita dapat membaca deskripsi masakan tersebut yang tertulis dalam bahasa Inggris. Bila itu juga kurang mahir, para pelayannya yang orang Indonesia tulen dapat membantu menjelaskan. Di setiap meja disediakan kerupuk a la India, &#8220;Papadam&#8221;, dengan rasanya yang khas India.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-250" title="06112010343" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/11/06112010343.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Hati-hati bahwa Papadam yang disediakan ada 2 macam, yang &#8220;pedas&#8221; (pedas merica, bukan cabai), serta yang biasa. Untuk minuman, bila tidak yakin dengan deskripsi yang ada, saya sarankan pesan yang sudah biasa saja, seperti misalnya jus mangga, atau teh manis. Saya iseng mencoba minuman asli India seharga sekitar Rp. 18 ribu, dan ternyata setelah dicoba, saya tidak menyukainya. Ada rasa asam dan asin, serta pedas hangat ala merica. Mungkin minuman ini digemari di India, namun rasanya kurang cocok untuk lidah saya.<a href="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/11/06112010345.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-249" title="06112010345" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/11/06112010345.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<div class="mceTemp" style="text-align:left;">Selain Papadam, di meja tersebut juga disediakan 3 macam &#8220;sambal&#8221;. Saya berikan tanda kutip karena tidak semuanya pedas. Ada yang isinya peach/mangga (warna kuning), bahan dasar mint (warna hijau), dan satu lagi yang berwarna merah. Yang terakhir tidak saya coba karena tidak mau mengambil resiko bahwa sambal ini benar-benar pedas sementara saya sudah berkutat dengan pedasnya papadam dan minuman saya.</div>
<div class="mceTemp" style="text-align:left;"><a href="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/11/06112010346.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-251" title="06112010346" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/11/06112010346.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Menu yang saya pesan, namanya sudah tidak ingat lagi. India sekali. Namun yang saya ingat saya pesan 2 lauk, 1 kambing dan 1 ayam. Yang hidangan kambing berpenampakan seperti kalio yang di atasnya ada potongan paprika dan irisan keju. Rasanya tentu berbeda dengan kalio, khas dengan rasa rempah india yang &#8220;hangat&#8221;. Demikian pula hidangan ayamnya yang mirip. Untuk nasi kami pilih &#8220;biryani kashmiri&#8221;. Pilihan ini diambil karena di nasi ini ada beberapa potongan buah yang manis, cukup komplementer dengan hidangannya yang hangat pedas.  Sayang di restoran ini, menu makanan favorit saya, murg/lamb kashmiri tidak tersedia. Sepertinya memang masakan india yang ada potongan buah manisnya selalu menggunakan kata kashmiri. Kemudian, karena nasi yang dipesan porsinya kurang banyak, akhirnya pesan lagi roti india yang besar (nan). Untuk Nan ini pilihannya juga banyak, ada yang isi keju, kashmiri, dan lain lain. Saya sar</div>
<div class="mceTemp" style="text-align:left;">ankan untuk benar-benar berkonsultasi dengan pelayan agar tidak salah pilih menu. Citarasa India memang ada yang mirip dengan Indonesia, tetapi ada juga yang amat berbeda. Bila memilih dengan tepat, maka selera akan tergugah, kalau salah pilih, &#8230; hehehe.. entahlah&#8230;</div>
<p><img class="size-medium wp-image-254 alignright" title="06112010347" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/11/06112010347.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></p>
<div class="mceTemp" style="text-align:left;">Harga di restoran ini memang tidak bisa dikatakan murah. Untuk makan dan minum untuk 3 orang kami harus membayar 300-an ribu. Namun kalau tidak terlalu sering, rasanya cukup pantas untuk pengalaman, citarasa serta atmosfir berbeda yang ditawarkan restoran ini. Oh ya, jangan takut bahwa ini adalah resto India &#8220;palsu&#8221; (pakai nama India tetapi masakannya berbeda dengan yang asli di India, Ibarat sate disajikan dengan kentang goreng dan mayonaise). Pemiliknya menurut beberapa pelayan adalah etnis India, dan citarasanya memang mirip/sama dengan langganan kami si orang Bangladesh tadi.</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnaljakarta.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnaljakarta.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnaljakarta.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnaljakarta.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnaljakarta.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnaljakarta.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnaljakarta.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnaljakarta.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnaljakarta.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnaljakarta.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnaljakarta.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnaljakarta.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnaljakarta.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnaljakarta.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=245&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/11/18/kinara-masakan-india/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Oom Waway</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/11/06112010349.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kinara tampak depan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/11/06112010341.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">06112010341</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/11/06112010343.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">06112010343</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/11/06112010345.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">06112010345</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/11/06112010346.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">06112010346</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/11/06112010347.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">06112010347</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Urusan Selokan: PR Pemerintah Jakarta</title>
		<link>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/10/19/urusan-selokan-pr-pemerintah-jakarta/</link>
		<comments>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/10/19/urusan-selokan-pr-pemerintah-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2010 08:28:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Waway</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnaljakarta.wordpress.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah di lingkungan tempat tinggal seorang kenalan, kalau hujan lebat, maka air akan menggenangi jalan setinggi bemper rata-rata mobil sedan. Fenomena ini baru sekitar setahun ini, sebelumnya tidak pernah. Hal ini membuat saya menanyakan hal ini kepada yang bersangkutan, apakah fenomena perubahan iklim sebegitu terasanya. Usut punya usut, ternyata ada 1 simpul selokan yang memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=239&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah di lingkungan tempat tinggal seorang kenalan, kalau hujan lebat, maka air akan menggenangi jalan setinggi bemper rata-rata mobil sedan. Fenomena ini baru sekitar setahun ini, sebelumnya tidak pernah. Hal ini membuat saya menanyakan hal ini kepada yang bersangkutan, apakah fenomena perubahan iklim sebegitu terasanya.</p>
<p>Usut punya usut, ternyata ada 1 simpul selokan yang memang diperintahkan ditutup oleh ketua RT dengan jala besi. Penyebabnya adalah sampah. Tepatnya ketidakpedulian masyarakat sekitar tentang sampah yang diproduksi di rumah tinggal masing-masing. Sebagian warga (cukup banyak) wilayah RT yang selokannya ditutup, dan RT-RT sekitarnya banyak yang menolak membayar iuran sampah. Selain itu mereka juga tidak memiliki tempat sampah di depan rumahnya. Lantas, ke mana larinya sampah-sampah tersebut? kebanyakan dibuang ke tempat sampah warga yang memilih untuk membayar iuran sampah. Sisanya dibuang ke pembuangan klasik : selokan! Akibatnya adalah selokan seputaran lingkungan itu adalah tempat mengalirnya sampah2 warga sekitar. Nah, pada titik-titik tertentu, kotoran-kotoran ini mengendap, menggumpal, menghalangi aliran air selokan; salah satu endapannya adalah di RT kenalan tadi. Akibatnya adalah air selokan menggenang, jadi sarang nyamuk. Jika hujan lebat, celah2 kecil diantara endapan tersebut kurang besar untuk lewatnya debit air yang lebih besar, sehingga air luber ke jalan.</p>
<p>Jangan salah, sang ketua RT tidak berpangku tangan. Beliau katanya sudah meminta warga agar bekerja sama</p>
<p><img class="alignright" title="ilustrasi diambil dari agungpsiko.blogspot.com" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/10/sampahmenumpukseolahsengajadidorongmenjadibagiansungai.jpg?w=400&#038;h=300" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>(membayar iuran sampah) untuk menyelesaikan permasalahan sampah di wilayahnya. Namun banyak yang membandel. Mungkin rumahnya harus terendam banjir dulu (ini pun bukan jaminan,.. kalau terendam banjir paling cengengesan terus bilang : udah nasib begini, pasrah aja). Akhirn</p>
<p>ya dikeluarkanlah dekrit untuk menutup selokan2 yang mengalir ke wilayah RT lain, sehingga paling tidak dia hanya berurusan dengan sampah wilayahnya sendiri.</p>
<p>Hal ini adalah ilustrasi pekerjaan rumah (PR) pemerintah Jakarta. Banjir dan genangan tidak hanya diatasi dengan mengeruk dan membuat banjir kanal. Permasalahan sampah juga tolong ditangani. Level RT kan berarti level swadaya masyarakat? buat apa bayar pajak selama ini? Paling tidak yang bisa dilakukan adalah mendukung dan membantu sang ketua RT untuk memaksa warganya membayar iuran sampah. Kalau tidak bayar, silakan simpan sendiri sampah itu di rumah masing-masing. Di beberapa kota di negara Eropa, retribusi sampah dipungut balaikota, dan pemerintah kota yang mengurus sampah kota tersebut, bukan RT.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnaljakarta.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnaljakarta.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnaljakarta.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnaljakarta.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnaljakarta.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnaljakarta.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnaljakarta.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnaljakarta.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnaljakarta.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnaljakarta.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnaljakarta.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnaljakarta.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnaljakarta.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnaljakarta.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=239&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/10/19/urusan-selokan-pr-pemerintah-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Oom Waway</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/10/sampahmenumpukseolahsengajadidorongmenjadibagiansungai.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ilustrasi diambil dari agungpsiko.blogspot.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gubuk Makan Mang Engking, UI Depok</title>
		<link>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/09/09/gubuk-makan-mang-engking-ui-depok/</link>
		<comments>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/09/09/gubuk-makan-mang-engking-ui-depok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 06:09:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Waway</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajan]]></category>
		<category><![CDATA[bakar]]></category>
		<category><![CDATA[depok]]></category>
		<category><![CDATA[engking]]></category>
		<category><![CDATA[galah]]></category>
		<category><![CDATA[gubuk]]></category>
		<category><![CDATA[gurame]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[madu]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[mang]]></category>
		<category><![CDATA[seafood]]></category>
		<category><![CDATA[super]]></category>
		<category><![CDATA[udang]]></category>
		<category><![CDATA[UI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnaljakarta.wordpress.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Mendekati idul fitri, kami sudah tidak lagi memperhatikan persediaan bahan makanan di rumah. Sayang kalau belanja, karena beberapa hari terakhir ini, dan tentunya nanti beberapa hari setelah lebaran, kami (akan) sering nebeng makan di rumah sanak keluarga.. hehehe&#8230; Sehingga pada suatu sore, kami mulai mikir2 mau buka puasa makan apa. Hari masih menunjukkan jam 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=233&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mendekati idul fitri, kami sudah tidak lagi memperhatikan persediaan bahan makanan di rumah. Sayang kalau belanja, karena beberapa hari terakhir ini, dan tentunya nanti beberapa hari setelah lebaran, kami (akan) sering nebeng makan di rumah sanak keluarga.. hehehe&#8230; Sehingga pada suatu sore, kami mulai mikir2 mau buka puasa makan apa. Hari masih menunjukkan jam 2 siang, tidak ada kerjaan, cocok sekali untuk sekalian jalan-jalan ngabuburit. Tapi karena lemas, malas rasanya jalan ke mall, karena harus jalan kaki, belum lagi mengejar2 2 anak balita.</p>
<p>Akhirnya teringat ada sebuah resto di komplek kampus UI Depok, yang suasananya enak untuk bersantai bersama anak2. Dari berangkat saya sudah tekadkan hanya akan beli dan bungkus makanannya untuk berbuka di rumah. Karena saya yakin (dan kemudian terbukti) bahwa Resto tersebut, &#8220;Gubuk makan Mang Engking&#8221; sudah full booked untuk buka puasa. Selain itu akan sulit bagi kami untuk menjaga para balita yang pasti akan terkesima dengan ikan2 mas yang ada di danau sekitar tempat makannya.</p>
<p>Mang Engking, terletak di dalam kompleks UI. Tapi aksesnya bukan dari Gerbang Utama. Kalau dari arah Jakarta, sampai di percabangan jalan Kelapa Dua-Margonda Raya-UI (+mutar balik ke Lenteng Agung), ambil lajur paling kanan, naik flyover, ambil kiri. jangan masuk ke gerbang UI (ada rambunya). 200/300 meter setelah putaran flyover, akan tampak halte bus UI. Bersiap untuk belok kiri, akan ada gerbang UI satu lagi, yang biasa digunakan kendaraan untuk keluar dari UI. Setlah masuk gerbang tersebut, langsung belok kanan, dan nanti sebelah kanan ada satpam, ambil kartu parkir, dan bayar.. Mang Engking akan terlihat di sebelah kiri jalan. Untuk jelasnya, klik <a href="http://maps.google.com/maps?f=q&amp;source=s_q&amp;hl=en&amp;geocode=&amp;q=mang+engking&amp;ie=UTF8&amp;hq=mang+engking&amp;hnear=&amp;ll=-6.351154,106.831618&amp;spn=0.014182,0.022724&amp;z=16">di sini</a>. Mang Engking ada di Jalan Lingkar Kampus Utara.</p>
<p>Pada dasarnya menu mang Engking itu adalah Udang, cumi, ikan. <a href="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/09/07092010295.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-235" title="07092010295" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/09/07092010295.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>cara masaknya bermacam2 (asam manis, goreng, bakar kecap, bakar madu, dll) dan rata-rata enak. Namun favorit saya adalah udang goreng kering dan udang bakar madu. Udang bakar madu ini setahu saya cuma ada di mang Engking ini. Harus dicoba,.. rasanya manis-pedas, dengan rasa bakaran dan tentunya madu. Untuk 8 ekor udang besar bakar madu, dihargai Rp. 70-an ribu. Menu lainnya harganya kira2 sama dengan rumah makan seafood yang tidak mahal.</p>
<p>Selain menu bakar madunya, Mang Engking ini lokasinya nyaman.</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-234" title="07092010289" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/09/07092010289.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Enak didatangi beramai2 untuk bersantai, karena gubuk2nya adalah gubuk panggung yang berada di atas danau yang banyak ikan masnya.. gede2 pula. Anak2 akan senang sekali, setelah makan, memberikan sisa kulit udang ke ikan2 tersebut.. Kalau mau sekalian olahraga, silakan bawa sepeda, track sepeda UI lumayan panjang.. hehehe..</p>
<p>Sebaiknya jika ingin makan di sini, telpon dulu, pesan menunya, baru kita datang. Dengan demikian makanan akan segera terhidang saat kita sampai.</p>
<p>Info lebih lanjut ada di <a href="http://www.facebook.com/pages/Depok-Indonesia/Gubug-Makan-Mang-Engking/63540582336">akun facebooknya</a>. Kampus UI, walau dikatakan di Depok, tetapi ujung utaranya berada di wilayah DKI Jakarta. Demikian pula halnya dengan Gubuk Makan Mang Engking ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnaljakarta.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnaljakarta.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnaljakarta.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnaljakarta.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnaljakarta.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnaljakarta.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnaljakarta.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnaljakarta.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnaljakarta.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnaljakarta.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnaljakarta.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnaljakarta.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnaljakarta.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnaljakarta.wordpress.com/233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=233&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/09/09/gubuk-makan-mang-engking-ui-depok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Oom Waway</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/09/07092010295.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">07092010295</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/09/07092010289.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">07092010289</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siap Hadapi Macet dengan Teknologi</title>
		<link>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/08/29/siap-hadapi-macet-dengan-teknologi/</link>
		<comments>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/08/29/siap-hadapi-macet-dengan-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 13:31:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Waway</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[alternatif]]></category>
		<category><![CDATA[elshinta]]></category>
		<category><![CDATA[install]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[lewatmana]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[metrojaya]]></category>
		<category><![CDATA[nimbuzz]]></category>
		<category><![CDATA[polda]]></category>
		<category><![CDATA[radio]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[tmc]]></category>
		<category><![CDATA[tweetdeck]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnaljakarta.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Hidup di Jakarta pasti mau tidak mau akan menghadapi kemacetan. Macet di Jakarta dapat digolongkan menjadi minimum 2 macam: macet yang rutin terjadi setiap hari, dan macet yang tidak rutin, sehingga cenderung menjebak pengguna jalan. Untuk macet rutin (contoh: Jalan Fatmawati arah ke Jalan T.B. Simatupang pada sekitar jam 16.00-20.00), dapat dihindari dengan mencari jalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=218&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hidup di Jakarta pasti mau tidak mau akan menghadapi kemacetan. Macet di Jakarta dapat digolongkan menjadi minimum 2 macam: macet yang rutin terjadi setiap hari, dan macet yang tidak rutin, sehingga cenderung menjebak pengguna jalan. Untuk macet rutin (contoh: Jalan Fatmawati arah ke Jalan T.B. Simatupang pada sekitar jam 16.00-20.00), dapat dihindari dengan mencari jalan alternatif atau menunggu macet reda. Untuk macet yang tidak rutin, biasanya ditimbulkan banyak hal, misalnya, kecelakaan, hajatan yang menutup jalan, genangan air, dan lain-lain. Daerah yang macet rutin pun bisa berubah menjadi macet tidak rutin. Misalnya bila ada kerusuhan pertandingan bola di stadion lebak bulus, maka Jalan Fatmawati menuju T.B. Simatupang bisa jadi tetap macet sampai pukul 23.00.<img class="alignright" title="Macet. (dicomot dari id.wikipedia.org)" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS-uAylWRfSJw-3EpYgrZlX7dBZQOQM_1cKo1grXg_JBQ0WU6s&amp;t=1&amp;usg=__cZ2dpLqwImJQQNpoS39d275Gprg=" alt="" width="261" height="193" /></p>
<p>Bagaimana caranya supaya tidak terjebak kemacetan ini, sehingga bisa melancarkan rencana alternatif? Para pengguna jalan harus mengetahui kondisi jalan saat itu, dan hal-hal yang berpotensi membuat kemacetan. Mungkin 5 tahun yang lalu, hal ini sulit dilakukan. Namun sekarang tidak lagi. Berikut adalah beberapa &#8220;tools&#8221; untuk bersiap menghadapi kemacetan dengan teknologi:</p>
<p>1. Untuk orang yang paling Gaptek, bisa mendengarkan berbagai macam stasiun radio di kendaraannya. Biasanya pada jam macet, beberapa radio menyampaikan ulasan kemacetan yang didapat dari kru-nya yang sengaja memantau, ada pendengar-pendengarnya.  Salah satu radio yang paling konsisten adalah radio Elshinta di 90.0 FM.</p>
<p>2. Beberapa website memang dirancang untuk memberikan info-info serupa. Contohnya, lewatmana.com. Selain dapat membaca laporan keadaan jalan dari pengunjung website (siapapun dapat menjadi anggota komunitasnya), website ini juga menyediakan foto yang diambil berkala dari webcam-webcam yang tersebar di Jakarta. Kenapa foto? karena internet di Indonesia masih lelet untuk <em>live video</em>. Solusinya, yang menggunakan telkomsel dan ponsel 3G dapat menelpon video call ke 9119, dan melihat <em>live video feed</em> dari webcam-webcam tersebut. Biayanya Rp. 1000 per menit. Website lainnya adalah TMC Polda Metro Jaya dan macetlagi.com.</p>
<p>3. Bagi yang lebih <em>melek internet</em>, dapat menggunakan fasilitas Twitter. Beberapa website, seperti website Elshinta, TMC Polda Metro, dan Lewatmana.com saat ini men-tweet informasi yang mereka terima dari kru-nya atau pendengar/follower mereka yang berada di jalan. <img class="alignright" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSKt6gsUhcBJ7nuPBNNtJtyYCz0W3xJR95IVKBjNVzVahosZu8&amp;t=1&amp;usg=__InOnYZFW-JqFpESNQD44jnEzV2o=" alt="" width="295" height="171" />Nah, apabila kita mem-follow para penyedia berita lalulintas ini, maka kita akan mendapatkan informasi yang mereka berikan. Hanya saja, akan sedikit repot apabila setiap kita ingin melihat informasi lalulintas, kita harus login ke twitter.com. Bagi yang lebih <em>techno savvy, </em>dapat menggunakan alat bantu, seperti <a href="http://www.tweetdeck.com/">tweetdeck</a>. Software ini dapat diinstall dikomputer kita, lalu kita login dengan username twitter kita melalui software tersebut. Tweetdeck akan memperbarui secara otomatis secara berkala, tweet-tweet baru yang muncul dari penyedia berita lalu lintas di atas. Hal ini lebih praktis dibandingkan dengan membuka website twitter.com karena refresh dilakukan otomatis oleh software tweetdeck.</p>
<p>4. Bagaimana bila sedang atau jarang berada di depan komputer? teknologi masa kini sudah sedemikian maju, sehingga internet dapat selalu diakses dari smartphone kita. Internet di HP? harus pake Blackberry dong??? tidak tuh.. FYI, semua smartphone yang ada di pasaran saat ini dapat terhubung dengan internet terus menerus, termasuk Blackberry. <img class="alignright" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSVRaKE1FgxvOP7L2Yym4dM3lLgF9NI8KpEN8fPpvshGBE_ICw&amp;t=1&amp;usg=__304yDtNf5o-1pVHNJw5uephTHCs=" alt="" width="292" height="173" />Contoh, saya menggunakan Nokia E72, dengan langganan internet unlimited dari telkomsel Flash (saya juga gunakan HP saya sebagai modem wireless). Untuk urusan twitter, saya pilih software <a href="http://www.nimbuzz.com/id">Nimbuzz</a>, karena software ini juga dapat menangani urusan chat saya melalui akun Yahoo Messenger, Gtalk,  Facebook, dan lain-lain. Sehingga saya tidak perlu menjalankan software chat dan twitter yang terpisah, cukup satu saja dengan Nimbuzz. Dengan login ke akun twitter saya melalui nimbuzz, saya dapat memantau informasi lalulintas melalui twitter mirip dengan yang dilakukan tweetdeck pada no.3 di atas. Beberapa tweet juga terkadang menyertakan foto yang diambil dari tengah kemacetan. Bila ingin melihat kamera, tinggal ke m.lewatmana.com, atau telpon 9119.</p>
<p>Dengan ke 4 kiat di atas, saat ini jarang sekali saya terjebak macet. Bilapun saya berada di kemacetan, biasanya hal itu memang sudah diketahui sebelumnya, karena tidak ada alternatif lain, jadi bukan terjebak.</p>
<p>Para penyedia informasi di atas, patut diacungi jempol, dan diakui keberadaannya, bahkan kalau perlu disubsidi oleh Pemerintah Jakarta. Karena mereka sudah sedikit banyak membantu tugas yang seharusnya dijalankan pemerintah DKI Jakarta, yaitu memberikan kenyamanan bagi warganya. Pengadaan webcam dan/atau koneksi internetnya sudah sepatutnya dibantu Pemda DKI. Namun demikian, tentu warga Jakarta mengharapkan tindakan yang lebih dari ini untuk meredakan kemacetan di Jakarta. Namun paling tidak ini adalah salah satu langkah konkret yang dapat diambil Pemda DKI.</p>
<p>keterangan: foto2 diambil dari search dengan google.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnaljakarta.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnaljakarta.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnaljakarta.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnaljakarta.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnaljakarta.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnaljakarta.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnaljakarta.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnaljakarta.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnaljakarta.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnaljakarta.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnaljakarta.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnaljakarta.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnaljakarta.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnaljakarta.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=218&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/08/29/siap-hadapi-macet-dengan-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Oom Waway</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS-uAylWRfSJw-3EpYgrZlX7dBZQOQM_1cKo1grXg_JBQ0WU6s&#38;t=1&#38;usg=__cZ2dpLqwImJQQNpoS39d275Gprg=" medium="image">
			<media:title type="html">Macet. (dicomot dari id.wikipedia.org)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSKt6gsUhcBJ7nuPBNNtJtyYCz0W3xJR95IVKBjNVzVahosZu8&#38;t=1&#38;usg=__InOnYZFW-JqFpESNQD44jnEzV2o=" medium="image" />

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSVRaKE1FgxvOP7L2Yym4dM3lLgF9NI8KpEN8fPpvshGBE_ICw&#38;t=1&#38;usg=__304yDtNf5o-1pVHNJw5uephTHCs=" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pasar kue Blok M Square</title>
		<link>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/08/29/pasar-kue-blok-m-square/</link>
		<comments>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/08/29/pasar-kue-blok-m-square/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 12:49:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Waway</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[blok]]></category>
		<category><![CDATA[kue]]></category>
		<category><![CDATA[m]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[square]]></category>
		<category><![CDATA[subuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnaljakarta.wordpress.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Sekadar Info, di Blok M Square, pagi-pagi waktu Shubuh (sekitar pukul 5) ada pasar kue. Macam-macam kue dijual di sini, seperti: pastel, onde-onde, risoles, sampai kue blackforest. Walau demikian, jumlah pedagangnya tidak sebanyak yang di pasar Senen.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=214&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekadar Info, di Blok M Square, pagi-pagi waktu Shubuh (sekitar pukul 5) ada pasar kue. Macam-macam kue dijual di sini, seperti: pastel, onde-onde, risoles, sampai kue blackforest. Walau demikian, jumlah pedagangnya tidak sebanyak yang di pasar Senen.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/15082010258.jpg"><img class="size-medium wp-image-215 aligncenter" title="15082010258" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/15082010258.jpg?w=600&#038;h=448" alt="" width="600" height="448" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnaljakarta.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnaljakarta.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnaljakarta.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnaljakarta.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnaljakarta.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnaljakarta.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnaljakarta.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnaljakarta.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnaljakarta.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnaljakarta.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnaljakarta.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnaljakarta.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnaljakarta.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnaljakarta.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=214&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/08/29/pasar-kue-blok-m-square/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Oom Waway</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/15082010258.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">15082010258</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Martabak Kubang</title>
		<link>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/08/29/martabak-kubang/</link>
		<comments>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/08/29/martabak-kubang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 12:41:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Waway</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajan]]></category>
		<category><![CDATA[asin]]></category>
		<category><![CDATA[bangka]]></category>
		<category><![CDATA[canai]]></category>
		<category><![CDATA[cane]]></category>
		<category><![CDATA[goreng]]></category>
		<category><![CDATA[keju]]></category>
		<category><![CDATA[kubang]]></category>
		<category><![CDATA[manis]]></category>
		<category><![CDATA[martabak]]></category>
		<category><![CDATA[mie]]></category>
		<category><![CDATA[nasi]]></category>
		<category><![CDATA[roti]]></category>
		<category><![CDATA[telor]]></category>
		<category><![CDATA[telur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnaljakarta.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Martabak Kubang menurut saya adalah Martabak Telor yang bercitarasa khas, lain dari martabak telor pada umumnya. Ada citarasa khas padang yang sulit saya deskripsikan lewat tulisan. Namun yang jelas, citarasa lain ini berasal dari rempah-rempah. Konon katanya, martabak kubang ini awalnya kreasi pedagang Martabak di Kubang, Sumatera Barat. Yang ingin saya ulas di sini adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=209&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Martabak Kubang menurut saya adalah Martabak Telor yang bercitarasa khas, lain dari martabak telor pada umumnya. Ada citarasa khas padang yang sulit saya deskripsikan lewat tulisan. Namun yang jelas, citarasa lain ini berasal dari rempah-rempah. Konon katanya, martabak kubang ini awalnya kreasi pedagang Martabak di Kubang, Sumatera Barat.</p>
<p>Yang ingin saya ulas di sini adalah Rumah Makan Martabak Kubang, yang di Jakarta, setahu saya paling tidak cabangnya ada di Jalan Saharjo <a href="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/28082010270.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-210" title="28082010270" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/28082010270.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>(ke arah pasar rumput, sebelah kiri) dan Jalan Margonda Raya (ke arah Depok, sebelah kiri, kalau sudah sampai Margocity berarti sudah terlewat lumayan jauh). Selain Martabak telor, Rumah makan ini juga menyediakan martabak manis dengan segala variasinya (rasanya juga lumayan lho), soto padang, roti cane dengan segala teman-temannya (kari, dst), nasi goreng kubang, mi goreng kubang, dan lain sebagainya.</p>
<p>Menu favorit saya di rumah makan ini adalah martabak kubang, martabak keju Wysman, dan Nasi goreng kubang spesial. Khusus nasi gorengnya, rasanya berbeda dari nasi goreng yang pada umumnya di Jakarta. Cita rasa khas rempah martabak kubang tadi, juga dapat dirasakan pada nasi goreng ini. Dengan potongan daging kecil-kecil serta telur mata sapi, rasanya nikmat sekali. Sekali lagi, karena sulit dideskripsikan dengan tulisan, saya sarankan untuk mencoba sendiri di Martabak Kubang. <a href="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/28082010269.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-211" title="28082010269" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/28082010269.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Harga cukup bersahabat, tidak berbeda jauh dengan menu yang dijual di gerobak  pinggir jalan. Sebagai gambaran, martabak keju wysman dihargai Rp. 35.000.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnaljakarta.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnaljakarta.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnaljakarta.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnaljakarta.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnaljakarta.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnaljakarta.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnaljakarta.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnaljakarta.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnaljakarta.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnaljakarta.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnaljakarta.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnaljakarta.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnaljakarta.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnaljakarta.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=209&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/08/29/martabak-kubang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Oom Waway</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/28082010270.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">28082010270</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/28082010269.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">28082010269</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pho, Vietnamese Restaurant</title>
		<link>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/08/27/pho-vietnamese-restaurant/</link>
		<comments>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/08/27/pho-vietnamese-restaurant/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 03:01:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Waway</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajan]]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>
		<category><![CDATA[jus restaurant]]></category>
		<category><![CDATA[mall]]></category>
		<category><![CDATA[mie]]></category>
		<category><![CDATA[pho]]></category>
		<category><![CDATA[pondok]]></category>
		<category><![CDATA[sawo]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[vietnamese]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnaljakarta.wordpress.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari di bulan Ramadhan, saya sekeluarga &#8220;terperangkap&#8221; di Pondok Indah Mall menjelang waktu berbuka. Semua warga Jakarta sudah mengetahui, bahwa jam-jam mendekat buka puasa adalah jam macet, sehingga kami berusaha mencari tempat untuk berbuka di dalam Mall. Kami tidak punya kriteria mau makan apa, sehingga yang kami utamakan adalah tempat yang bisa direserve, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=203&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu hari di bulan Ramadhan, saya sekeluarga &#8220;terperangkap&#8221; di Pondok Indah Mall menjelang waktu berbuka. Semua warga Jakarta sudah mengetahui, bahwa jam-jam mendekat buka puasa adalah</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-204" title="16082010262" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/16082010262.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>jam macet, sehingga kami berusaha mencari tempat untuk berbuka di dalam Mall. Kami tidak punya kriteria mau makan apa, sehingga yang kami utamakan adalah tempat yang bisa di<em>reserve</em>, kemudian yang cukup nyaman untuk anak-anak, serta yang paling penting adalah, menyediakan potongan harga.</p>
<p>Salah satu yang menyediakan potongan harga tersebut adalah Pho, vietnamese restaurant di restaurant row PIM 2. Kebetulan saya sudah lama tidak makan masakan Vietnam yang segar2 itu. Ketika tiba saatnya berbuka, kami disuguhi kolak dan teh manis, <em>complimentary</em> gratis dari restaurant. Setelah itu langsung kami menyantap makanan yang dipesan. Saya tidak ingat judul menu yang saya pesan, tetapi menunya adalah mi dengan irisan daging tipis2, ukuran regular (ada yang jumbo, mangkuknya besar sekali). Seperti yang saya sudah perkirakan, rasanya segar dan unik. Karena memang rasanya tidak sama dengan masakan Indonesia atau Cina. Benar-benar cita rasa Vietnam. Jusnya pun cukup unik, jus sawo,.. manis nikmat sebagai teman berbuka. Ada beberapa bumbu yang berbeda, namun karena pengetahuan memasak saya minim, saya tidak bisa memperkirakan apa bumbu tersebut.</p>
<p>Kami memesan 2 mangkuk mi, dan 1 porsi anak2, beserta 2 minuman, kami membayar sekitar Rp. 150.000 setelah potongan 25%.<a href="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/img00619-20100816-1806.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-207" title="IMG00619-20100816-1806" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/img00619-20100816-1806.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnaljakarta.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnaljakarta.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnaljakarta.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnaljakarta.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnaljakarta.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnaljakarta.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnaljakarta.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnaljakarta.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnaljakarta.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnaljakarta.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnaljakarta.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnaljakarta.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnaljakarta.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnaljakarta.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=203&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/08/27/pho-vietnamese-restaurant/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Oom Waway</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/16082010262.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">16082010262</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/img00619-20100816-1806.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">IMG00619-20100816-1806</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Martabak Manis Rudy</title>
		<link>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/08/27/martabak-manis-rudy/</link>
		<comments>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/08/27/martabak-manis-rudy/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 02:36:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Waway</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajan]]></category>
		<category><![CDATA[bangka]]></category>
		<category><![CDATA[manis]]></category>
		<category><![CDATA[martabak]]></category>
		<category><![CDATA[pulomas]]></category>
		<category><![CDATA[raya]]></category>
		<category><![CDATA[rudy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnaljakarta.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun belakangan ini, jalan pulomas raya, terutama ujung yang dekat jalan Bypass banyak berjejer penjaja makanan di malam hari. Untuk kenyamanan pengguna jalan, sebaiknya dibatasi saja jumlahnya yang sekarang, jangan nambah lagi. Sumpek Sesak kalau penjajanya bertambah. Atau mungkin pemerintah setempat melihatnya sebagai ajang pemasukan keuangan? karena saya lihat tukang parkirnya berbaju seragam. Terlepas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=199&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa tahun belakangan ini, <a title="google maps" href="http://maps.google.com/maps?f=q&amp;source=s_q&amp;hl=en&amp;geocode=&amp;q=pulomas+raya,+jakarta&amp;sll=37.0625,-95.677068&amp;sspn=45.8712,93.076172&amp;ie=UTF8&amp;hq=&amp;hnear=Jalan+Pulomas+Raya,+Jakarta,+Indonesia&amp;z=17">jalan pulomas raya</a>, terutama ujung yang dekat jalan Bypass banyak berjejer penjaja makanan di malam hari. Untuk kenyamanan pengguna jalan, sebaiknya dibatasi saja jumlahnya yang sekarang, jangan nambah lagi. Sumpek Sesak kalau penjajanya bertambah. Atau mungkin pemerintah setempat melihatnya sebagai ajang pemasukan keuangan? karena saya lihat tukang parkirnya berbaju seragam.<a href="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/07082010253.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-200" title="Martabak Rudy" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/07082010253.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Terlepas dari hal di atas, saya sendiri cukup menikmati keberadaan para penjaja makanan malam ini, dengan catatan, jumlah tidak lagi bertambah banyak. Salah satu gerobak yang berulang kali saya hampiri adalah martabak rudy. Setelah <a href="http://jurnaljakarta.wordpress.com/2008/12/28/martabak-manis-jlbalap-sepeda-rawamangun/">penjual martabak langganan</a> saya pindah entah kemana, mulai lah saya mencari-cari penjual martabak yang rasanya enak, dengan harga yang bersahabat. Karena sering lewat jalan Pulomas raya, maka ditemukanlah martabak Rudy ini. Untuk rasanya, sepertinya tidak kalah dengan martabak langganan saya yang dulu tadi. Silakan lihat ulasannya di <a href="http://jurnaljakarta.wordpress.com/2008/12/28/martabak-manis-jlbalap-sepeda-rawamangun/">sini</a>.</p>
<p>Untuk kisaran harga, 1 martabak keju dihargain Rp. 37.000.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnaljakarta.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnaljakarta.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnaljakarta.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnaljakarta.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnaljakarta.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnaljakarta.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnaljakarta.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnaljakarta.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnaljakarta.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnaljakarta.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnaljakarta.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnaljakarta.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnaljakarta.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnaljakarta.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=199&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/08/27/martabak-manis-rudy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Oom Waway</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/08/07082010253.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Martabak Rudy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasi Goreng Kebon Sirih</title>
		<link>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/07/28/nasi-goreng-kebon-sirih/</link>
		<comments>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/07/28/nasi-goreng-kebon-sirih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 02:57:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Waway</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajan]]></category>
		<category><![CDATA[goreng]]></category>
		<category><![CDATA[jaja]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kebon]]></category>
		<category><![CDATA[kebun]]></category>
		<category><![CDATA[nasi]]></category>
		<category><![CDATA[pusat]]></category>
		<category><![CDATA[sirih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnaljakarta.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[nikmatnya tinggal di indonesia adalah, jika tiba-tiba rasa lapar menerjang di waktu malam, selalu kita akan dapati penjual nasi goreng yang siap menjinakkan rasa lapar tadi. Tukang nasi goreng ini ada yang berkeliling daerah perumahan dengan gerobaknya, juga ada yang mangkal, baik dengan gerobak, atau gerobak yang sudah disulap jadi gubuk semi permanen. gubuk nasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=192&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_196" class="wp-caption alignright" style="width: 310px"><a href="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/07/nasgorkam.jpg"><img class="size-medium wp-image-196" title="nasgorkam" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/07/nasgorkam.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">jalan kebun sirih, sekitar lokasi penjual nasi goreng</p></div>
<p>nikmatnya tinggal di indonesia adalah, jika tiba-tiba rasa lapar menerjang di waktu malam, selalu kita akan dapati penjual nasi goreng yang siap menjinakkan rasa lapar tadi. Tukang nasi goreng ini ada yang berkeliling daerah perumahan dengan gerobaknya, juga ada yang mangkal, baik dengan gerobak, atau gerobak yang sudah disulap jadi gubuk semi permanen.</p>
<p>gubuk nasi goreng semi permanen yang sudah lama berdiri, terkenal dan nikmat terletak di daerah kebon sirih. Bila dari arah jl. Diponegoro, masuk ke jalan sabang, kita akan menemui jalan satu arah, dan kita hanya bisa belok kanan. Segera setelah membelok, kita akan temui deretan mobil2 parkir. Penjual nasi gorengnya berada di gang di dekat situ, diantara gedung2 perkantoran.</p>
<p>penjual nasi goreng ini menjual bermacam2 nasi goreng dan juga sate. Favorit saya adalah nasi goreng kambingnya. Rasanya khas, nikmat, tidak terlalu pedas. Daging kambingnya mungkin tidak empuk sekali, namun cukup nyaman di otot rahang. Dengan ditaburi emping&#8230; Hmmm&#8230;</p>
<p>walau kursi meja bak restoran disediakan, namun banyak orang yg memilih menikmati hidangannya di mobil masing2. Kemarin makan di situ, 3 piring nasi goreng kambing plus 2 teh botol dihargai 66 ribu rupiah saja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnaljakarta.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnaljakarta.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnaljakarta.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnaljakarta.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnaljakarta.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnaljakarta.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnaljakarta.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnaljakarta.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnaljakarta.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnaljakarta.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnaljakarta.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnaljakarta.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnaljakarta.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnaljakarta.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=192&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/07/28/nasi-goreng-kebon-sirih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Oom Waway</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/07/nasgorkam.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">nasgorkam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasi kebuli R.M. Puas di Condet</title>
		<link>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/06/29/184/</link>
		<comments>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/06/29/184/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 09:25:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oom Waway</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jajan]]></category>
		<category><![CDATA[arab]]></category>
		<category><![CDATA[betawi]]></category>
		<category><![CDATA[cane]]></category>
		<category><![CDATA[condet]]></category>
		<category><![CDATA[jala]]></category>
		<category><![CDATA[kambing]]></category>
		<category><![CDATA[kare]]></category>
		<category><![CDATA[kebuli]]></category>
		<category><![CDATA[maryam]]></category>
		<category><![CDATA[nasi]]></category>
		<category><![CDATA[puas]]></category>
		<category><![CDATA[roti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jurnaljakarta.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Tadi siang berkesempatan nyobain restoran ini, yang memang sudah lama direkomendasikan oleh adik saya. Sebelumnya saya juga sudah sempat browsing mencari informasi mengenai restoran ini di internet. Berikut adalah salinan dari http://ariep.multiply.com/photos/album/184/Nasi_Kebuli_Restoran_Puas_Ibu_Hj._Maryam_Condet, yang ulasannya sudah amat lengkap dan saya setuju dengan ulasan tersebut. Daripada nulis ulang, mending copy paste aja. Sengaja saya paste di sini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=184&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadi siang berkesempatan nyobain restoran ini, yang memang sudah lama direkomendasikan oleh adik saya. Sebelumnya saya juga sudah sempat browsing mencari informasi mengenai restoran ini di internet. Berikut adalah salinan dari <a href="http://ariep.multiply.com/photos/album/184/Nasi_Kebuli_Restoran_Puas_Ibu_Hj._Maryam_Condet">http://ariep.multiply.com/photos/album/184/Nasi_Kebuli_Restoran_Puas_Ibu_Hj._Maryam_Condet</a>, yang ulasannya sudah amat lengkap dan saya setuju dengan ulasan tersebut. Daripada nulis ulang, mending copy paste aja. Sengaja saya paste di sini sekalian, siapa tahu websitenya menghilang: <a href="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/06/29062010211.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-186" title="29062010211" src="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/06/29062010211.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>&#8220;S<em>epulang nganter Pake ke PO Kramat Jati di daerah Cililitan, gue dan Erna melipir ke area Condet buat Makan Siang. Dari Kramat Jati lewat Jl. Batuampar, ngelewatin Dodol Ibu Mamas di kiri jalan yang jual lauk2 juga, rame banget orang pada Makan Siang. Setelah mentok di Jl. Condet Raya kita berbelok ke kanan, nggak jauh dari situ udah keliatan RM Puas di kiri jalan, tapi kita coba terus aja nyari RM Pak Thalib Mussawa yang menunya seru2 juga. Ga jauh dari Puas ada Masjid As Shadiqqin yang ternyata di halamannya ada Sate Balibul dan Ada Nasi Megono Pekalongan yang jual Kue Kamir juga, jual beberapa menu timur tengah juga. Setelah agak jauh, kok nggak ketemu2 ya Thalib Mussawa, ya udah karena keburu laper, kita ke RM Puas aja yang udah pasti tempatnya.</em></p>
<p><em>Resto ini nggak terlalu besar, ada sekitar 7 meja + 3 Meja Lesehan, siang itu ada 2 meja saja yang terisi. Kita mesen Pastel dan Sambosa untuk pembuka, Roti Canai + Kari Kambing utk post pembuka dan 2 Nasi Kebuli utk main coursenya.</em></p>
<p><em>Yang pertama datang malah Roti Canai Kari Kambingnya. Roti Canainya Fluffy banget dan ga terlalu berminyak, karena pas selesai digorek si Canai ini ditepok2 pake kertas minyak, selain untuk nyerap minyak juga untuk bikin teksturnya rada hancur biar gampang disobek. Kuah karinya enak banget, mantep dan rich, pas buat dicocolin Canai, dagingnya juga empuk, sayangnya cuman ada 1 daging berukuran sedang , memang didapuk buat menu pembuka, kalau buat main, kurang kenyang bos.</p>
<p>Pastel dan Sambosa menyusul , datang dalam keadaan panas, jadilah gue potong ditengah biar ga terlalu panas. Sambosa segitiga berisi adonan bawang bombay dan daging sapi cincang dengan bumbu kari yang cukup kuat, enak banget luarnya crispy dalemnya penuh aroma. Untuk pastelnya isinya agak beda, ada sayuran, daging dan telur tapi berbumbu kari juga, dan isinya banyak banget jadi pastelnya padet , makan 3 juga kenyang ni hehe.</p>
<p>Setelah itu yang ditunggu2 datang, Nasi Kebuli Kambing, Nasi dengan aroma khas ini penuh dengan kismis dan potongan kenari disana-sini di topping dengan 3 potong kambing goreng yang menebar aroma wangi kemana-mana. Rasa nasinya cukup decent bukan ala Nasi Kebuli Jatim yang agak manis, kalau yang ini cukup gurih tanpa rasa kecap manis, yang bikin seru adanya komponen manis dari kismis dan wanginya kenari, seru banget, apalagi Kambing gorengnay juga empuk banget. Yang paling pas nemenin Nasi Keb ini apa lagi kalau bukan Acar Nanas, yang spicy asam segar, selain nanas ada timun dan tomat juga. Saking sukanya gue sama acar model ini, akhirnya jatah acar Erna pun gue akuisisi dengan sukses.</p>
<p>Habis yang gurih2 asiknya yang manis2 bukan, akhirnya kita pesan Es Kopyor tanpa susu, segelas aja buat berdua, ngirit bin romantis hahahaha. Kopyornya banyak banget dan bagus kualitasnya, cocok banget. Setelah makan kita celingukan kesana kemari, liat si Mas bikin Martabak, yang ternyata 2 lapis, dia bikin martabak dengan 3 telur dulu baru nanti dibungkus lagi dengan martabak 2 telur, weh baru denger ada martabak versi lapis legit gitu hehehe, kayaknya seru.</p>
<p>Liat2 di Menu ada minuman sehat yang namanya Bolion (mungkin dari Buillon) yang isinya Kaldu ayam, Telur Ayam Kampung dan Rempah , hee Viagra timur tengah kali ye kebayang minuman tapi gurih kaldu ayam + rempah, kayak sop kali ya bo.</p>
<p>Selain menu diatas, Resto ini juga menyediakan nasgorkam, Roti Jala, Kare Ayam, Kebuli ayam, Sate Kambing, Tahu Telor, Gado-gado dan Ayam goreng, untuk Snack ada Srikaya dan untuk minuman ada Teh Susu Arabia, yang kayaknya sih sealiran ama Chai Masala</p>
<p>Makan berdua kenyang banget abis 70an ribu. Nasi Kebuli dibandrol 20K, pastel dan sambosa dibandrol @ 2000, Canai + Kari Kambing 13K dan Es Kopyor Tanpa Susu 13K. RECOMMENDED</p>
<p>Pulang dari sini kita mengarah ke TB Simatupang nyusurin Jl Raya Condet, ternyata kita nemu RM Thalib Mussawa di kanan jalan dengan menu Gulai Merah dan Gule Kacang Ijo lalu ada Nasi Krawu Gresik dan Nasi Madura, di warung lain di kiri jalan, dan masih ada beberapa brand Nasi Kebuli Lain. Wah baru tau kalau Condet Raya udah berubah jadi jalan ramah wiskul gini heheh, lain kali pasti nyoba Thalib Mussawa dan Nasi Krawu/madura itu, yuk yuk nyobain bareng2</p>
<p></em></p>
<p><em>1. Jl. Raya Condet No. 78, Dekat Masjid As-Shadiqin, Jaktim<br />
2. Jl. Jatiwaringin Raya No.7 (depan Waringin Permai), Jaktim<br />
3. Jl. Lapangan Bola No. 5 Kebun Jeruk , Jakbar&#8221;"</em></p>
<p>Ada beberapa foto di web page yang saya kutip ini. Yang di atas adalah foto yang saya ambil sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jurnaljakarta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jurnaljakarta.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jurnaljakarta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jurnaljakarta.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jurnaljakarta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jurnaljakarta.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jurnaljakarta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jurnaljakarta.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jurnaljakarta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jurnaljakarta.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jurnaljakarta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jurnaljakarta.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jurnaljakarta.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jurnaljakarta.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jurnaljakarta.wordpress.com&amp;blog=5691817&amp;post=184&amp;subd=jurnaljakarta&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jurnaljakarta.wordpress.com/2010/06/29/184/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Oom Waway</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jurnaljakarta.files.wordpress.com/2010/06/29062010211.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">29062010211</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
